Berita

Created by Software Engineering Student at SMK Negeri 1 Depok

Tinjau UNBK di SMKN 1 Depok, Kemendikbud jamin tak ada kebocoran soal

Gambar
Penulis : Noor

Merdeka.com - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memantau langsung jalannya penyelenggaraan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) dan Ujian Nasional Berbasis Kertas dan Pensil (UNKP) tingkat SMK di SMKN 1 Depok. Ujian berjalan lancar tanpa ada kendala.

Kepala Badan Litbang Kemendikbud, Totok Suprayitno mengatakan, sejak hari pertama hingga keempat ujian berjalan lancar.

"Alhamdulillah lancar, khusus Depok dan Jawa Barat SMK semuanya dijalankan 100 persen dengan UNBK," katanya, Kamis (5/4).

Meskipun ada beberapa kendala sempat dihadapi, namun hal tersebut dapat diatasi dengan baik. Beberapa waktu lalu ada kendala listik sempat padam tetapi kepala dinas langsung kontak PLN langsung diatasi sehingga tidak menjadi gangguan.

"Jadi sinkronisasi dari hari pertama ujian tetap lancar dalam jaringan," tambahnya.

Totok pun tidak banyak menanggapi terkait adanya isu kebocoran di Bandung. "Mana bukti nya? Tunjukan, saya tidak akan komentar kalau hanya isu saja. Kalau memang ada tunjukan lokasi sekolah itu dimana karena kita seolah-olah bocor beneran dan sebenarnya bisa menciptakan kebingungan," ucap Totok.

Dirinya mengimbau kepada para siswa agar tidak terpengaruh karena UNBK prinsipnya setiap anak menghadapi soalnya yang berbeda. "Jadi misalnya ada anak jumlahnya 100 maka soalnya pun 100. Seandainya benar soal yang dihadapi berbeda," tuturnya.

Totok meyakini dan menjamin kebocoran soal tidak terjadi. Pihaknya berupaya semaksimal mungkin agar kasus tersebut tidak terjadi. "Yang bisa menjamin itu Gusti Allah, kalau kita upaya soal dienkripsi. Artinya soal sudah ada tiga hari sebelum pelaksanaan UNBK di sekolah masing-masing di server. Tetapi baru bisa dibuka saat beberapa menit sebelum pelaksanaan ujian. Siswa mendapat token dan baru bisa login oleh siswa," tukasnya.

Dia mengatakan, untuk di Jawa Barat pelaksanaan UNBK merata. "Jawa Barat UNBK sudah 100 persen, insya Allah SMA juga 100 persen," katanya.

Berdasarkan peninjauannya, ia tidak menemukan kecemasan di antara siswa. Menurutnya anak-anak senang mengerjakan soal. "Anak-anak lebih canggih ya di basis komputer ini dan kita harapkan semua SMK di semua daerah," terangnya.

Untuk sekolah yang masih menumpang, lanjut Totok, hal tersebut merupakan hal yang tidak menjadi masalah. "Numpang tidak apa-apa. Yang diambil positif dari UNBK adanya gotong royong antar sekolah, nanti SMP tidak punya komputer bisa pinjam ke sekolah lain," ujarnya.

Meski demikian, masih ada sekitar 25 ribu sekolah di Indonesia yang masih menggunakan Ujian Nasional Berbasis Kertas dan Pensil (UNKP). Umumnya berada di daerah kepulauan seperti Maluku, Papua Barat, dan Keppri.

"25 Ribu sekolah yang masih UNKP di seluruh Indonesia kebanyakan dari kepulauan seperti Maluku, Papua Barat, Keppri. Saya kira itu karena listrik dan jaringan. Kami berharap program Pak Menteri Kominfo untuk mengadakan jaringan internet dari desa ke desa, jika itu berjalan UNBK bisa dilaksanakan dengan baik," paparnya.

Dirinya mengklaim pelaksanaan UNBK tahun ini meningkat dibandingkan tahun lalu. "Tahun lalu 30 ribu seluruh Indonesia sekarang meningkat 68 ribu naik dua kali lipat," pungkasnya. [rnd]

Sumber : www.merdeka.com